Kamis, 07 Juli 2011

CARA MEMBUAT GROUNDING


Cara membuat grounding cukup mudah, yaitu dengan empersiapkan bahan-bahan yaitu :
Elektroda, berupa tembaga atau besi penghantar lainnya. Tembaga ini dikubur dalam posisi vertikal ke dalam tanah yang lembab dengan menggunakan palu. Dengan kedalaman tembaga semakin dalam adalah lebih baik. Bahan lainya adalah kabel dengan spesifikasi minimum kabel dengan ukuran 2,5” yang dihubungkan dengan aliran grounding instalasi rumah. Dengan terpasang nya sistem grounding, maka saluran grounding di rumah sudah dapat dipakai untuk kebutuhan seperti keperluan peralatan rumah tangga juga alat elektronik lainnya.

Gambar ini adalah sebuah stop kontak, seperti dijelaskan di atas bahwa lubang pada stop kontak ada dua yaitu kanan dan kiri juga ada elektroda yang mencolok keluar di atas dan dibawah adalah untuk grounding.
Pengukuran Kualitas Grounding
Pengukuran kualitas grounding dapat dilakukan dengan melihat gambar di atas dan menggunakan alat multimeter atau AVO (Ampere, Volt dan Ohm Meter) dengan petunjuk berikut :

-Fasa ke Netral
Untuk memastikan adanya aliran listrik standar listrik yaitu 220 Volt
-Fasa ke Ground
Nilainya sama yaitu 220 volt bila grounding normal
-Netral ke Ground:
Tegangan maksimal 5 volt yang digunakan sebagai standar
Untuk pengukuran tegangan listrik ini disarankan menggunakan pilihan pengukuran dengan option AC Volt dengan maksimal tegangan lebih dari 220 Volt, contohnya 250Volt atau 1000Volt.
Terlihat pada gambar ada 4 pilihan grup dalam selektor multimeter diantaranya yaitu :

Ohm meter yang berwarna biru, digunakan untuk mengukur resistansi atau tahanan suatu beban

DCmA atau DC milli Ampere berwarna putih digunakan untuk mengukur arus yang berkisaran maksimal 50mA

DCV atau DC Volt meter warna putih digunakan untuk mengukur tegangan DC mulai dari skala 10 Volt hingga 1000 Volt ACV atau AC

Volt berwarna merah digunakan untuk mengukur tegangan AC mulai dari skala 10 Volt hingga 1000 Volt


-Fasa ke Netral
disarankan menggunakan skala 250Volt AC pada Multimeter
-Fasa ke Ground
disarankan menggunakan skala 250Volt AC pada Multimeter
-Netral ke Ground
disarankan menggunakan skala 50Volt AC pada Multimeter
AC singkatan dari Alternating Current adalah arus bolak balik seperti tegangan dari PLN yaitu 220 volt dengan frekwensi 60Hz. Berbeda dengan DC berasal dari Direct Current adalah arus searah yang selalu memberikan tegangan konstan. Biasanya tegangan AC digunakan untuk perangkat rumah tangga seperti Magic Jar, Rice Cooker dan lain-lain, sedangkan tegangan DC biasanya digunakan untuk perangkat elektronik seperti walkman, modem, charger HP dan banyak lainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar